Jam

Minggu, 16 November 2014

Love Makes You Stupid (Part 1)

Love Makes You Stupid (Part 1)

Kisah ini tentang dua kisah bodoh tentang cinta yang terjadi hampir bersamaan.

Kisah pertama adalah kisahku. Kisah ini dimulai ketika aku baru masuk kuiah. Pas masih jadi MABA, biasa lah, tengok kanan kiri cari yang manis, dan akhirnya perahtianku jatuh pada seorang cewek. Kalo diperhatiin sekilas ni cewek memang cantik, putih mulus, dan sexy, bisa dibilang luarnya masuk banget tipe cewek yang aku cari (bidadari menurut masbro frankie). Awalnya aku agak malas mau nyapa, apaladi PDKT. Mungkin karena persepsiku yang beranggapan semua cewek yang luarnya bidadari pasti dalemannya lampir. Atau sebaliknya, dalemannya bidadari tapi luarnya mpok ati. Kesimpulanku ini kudapat ketika waktu SMA kemarin. Dalam kurun waktu 3 tahun tersebut, semua cewek yang aku temui, masuk dua kategori tersebut. Meski begitu, aku gak pernah patah semangat untuk nyari seseorang yang benar-benar luar dan dalemnya bidadari.
Dalam pencarian tersebut, aku udah banyak nyicipi pacaran ama dua tipe cewek diatas. Seringnya si yang tipe luar bidadari daleman lampir, tipe yang sering membuat hidup melarat dan dompet bokek. Tapi ada juga yang beberapa pacaran sama tipe satunya. Mngkin karena udah males aja pacaran ama tipe 1, aku pengen nyoba pacaran ama yag tipe 2. Eh, ternyata malah tambah parah. Mau mandangin gak selera, masang fotonya di HP malah diketawain temen-temen, diajak jalan bukannya tambah seneng malah tambah ngerusak mood, dan akhir-akhirya semua kandas pada kencan pertama.
Jujur hal itu membuatku frustasi. Disaat semua lagi seneng-seneng sama ceweknya, aku masih aja sibuk mencari. Sampai suatu ketika aku mulai putus asa dan nyerah nyari cewek yang katanya temen-temen cuma ada dalam mimpi atau FTV. Bahkan sampai-sampai pengen pergi jauh dari yang namanya cinta.
Tapi sekarang, dia benar-benar muncul di depan mataku. Seorang cewek yang luarnya 80% bidadari dan dalemannya pun 20% bidadari. Meski aku cuma menilainya 20% tapi yang penting kan masuk kategori bidadari, pikirku. Nilai ini kudapat hanya dengan mengamati sikapnya dalam waktu beberapa bulan, mungkin karena aku belum terlalu mengenal, jadi aku gak mau menilai dia terlalu tinggi.
Lalu semua berubah ketika dia pertama kali bicara padaku. Suaranya yang halus bak bidadari merasuk ke hati melalui kedua telingaku. Malam harinya aku putuskan untuk SMS dia. Dengan alasan tugas, aku berhasil mengenalnya lebih dekat, hal itu aku lakukan setiap malam. Tak hanya lewat SMS, siang harinya di kampus, aku selalu mencari kesempatan untuk bicara dengannya, yah meski cuma modal nekat yang akhirnya cuma beberapa kata yang keluar. Hanya dalam beberapa Minggu, penilaianku padanya naik drastis. Dari 20% menjadi 50%. Inipun karena aku tidak mau menilai dia terlalu tinggi.
Karena dapat respon positif proses PDKT terus aku lanjutkan, tapi belum sampai tahap yang intens, cuma sebatas basa-basi dan bertanya tugas. Sesekali aku berkeluh-kesah pada dia, diapun juga sesekali bercerita tentang masalahnya padaku.
Sampai pada suatu ketika aku telfon masbro frankie yang saat ini lagi kerja di Yogya. Dia curhat tentang kehidupan barunya di Yogya. Biasanya si tentang cewek-cewek Yogya yang kata dia “sip-sip”. Aku pun menceritakan masalah ni cewek padanya. Masbro menyuruhku bertanya dia sudah ada yang punya apa belum, daripada akhirnya malah tambah kecewa.
Tapi sebelum aku sempat bertanya, entah kenapa tiba-tiba responnya padaku berubah. Mulai dari pesanku yang tak pernah dibalas, lalu lama-kelamaan dia seperti menjauhiku di kampus. Setiap jam kuliah habis, dia selalu pulang lebih awal seperti menyiratkan kalau dia tak mau menemuiku. Awalnya si aku biasa saja, tapi lama-kelamaan hal ini menyiksaku. Tiap kali aku berusaha menjauh atau melupakannya, rasa itu malah semakin besar tumbuh.

Entah apa yang terajdi padaku. Biasanya aku selalu mendahulukan akal sehat daripada kemauan hati. Jika otak sudah berpikir tak mungkin, pasti aku selalu menurutinya. Tapi sekarang, entah kenapa kemauan hatiku membesar sampai-sampai membuatku tak lagi bisa menggunakan akal sehatku.

Rabu, 12 November 2014

Makalah Botani (Sel, Jaringan, dan Sistem Jaringan)

BAB 1
PENDAHULUAN
1.1   Latar belakang

Makalah ini kami buat  untuk memenuhi tugas mata kuliah  botani.  Dengan dibuatnya makalah  ini diharapkan dapat berguna bagi siapapun yang membacanya dan juga dapat menambah pengetahuan bagi para pembacanya.
Sel dibangun dari unit-unit struktural kecil yang disebut sel.Sel merupakan unit dasar dari struktur dan fungsi benda hidup.Setiap organisme hidup tersusun dari satu atau lebih sel. Organisme hidup terkecil adalah sel tunggal, dan sel-sel menyusun unit-unit fungsional pada organisme multiseluler.
Jaringan adalah Sekumpulan sel  yang mempunyai bentuk dan fungsi yang sama. Beberapa jaringan tersebut menyusun organ : akar, batang  dan daun.  

1.2   Tujuan
1.2.1                  dapat memahami bagian- bagian pada tumbuhan
1.2.2                  dapat mendeskripsikan bagian-bagian sel dan jaringan pada tumbuhan
1.2.3                  dapat memanfaatkan apa yang dipelajari dalam pertanian 

1.3   Manfaat
Memberikan informasi kepada pembaca tentang struktur sel, jaringan dan sistem jaringan.


BAB 2
 PEMBAHASAN


2.1  Struktur sel

                  Setiap sel mengandung bahan semi cair yang susunan kimiawi dan struktur bagian dalamanya teramat rumit. Bahan semi cair itu adalah protoplasma yang merupakan bahan hidup sel. Secara kolektif, seluruh kandungan setiap sel tertentu acap kali dinamakan protoplas. Ciri –ciri umum suatu sel yaitu memiliki sitoplasma, kloroplas, membran plasma, membran vakuola, vakuola, nukelus, nukleolus dan didning sel.    Pada sel tumbuhan ada dinding sel yang mengelilingi protoplas. Dinding ini bersifat permiabel dan merupakan lapisan pelindung. Protoplasma terdiri dari nukleus(inti) dan sitoplasma. Nukleus mengandung satu atau beberapa nukleolus dan bahan-bahan khusus yang menentukan pewarisan sifat serta mengatur perkembangan dan metabolisme sel. Sitoplasma terdiri dari bahan dasar yang tampaknya tidak berdeferensiasi, bersama- sama dengan bahan khusus secara keseluruhan dinamakan organel(organ kecil). Lapisan luar sitoplasma dinamakan membran plasma yang melekat pada dinding sel dan teramat tipis.  Diantara organel-organel sitoplasma terdapat plastid yang menyolok da mitokondria yang jauh lebih kecil. kloroplas berwarna hijau karena mengandung klorofil. Kromoplas berwarna kunng, jingga,  atau merah.
                  Sel mempunyai tiga mantra  yaitu panjang, lebar dan dalam. Bentuknya bervariasi menurut jaringan mereka dibentuk dan adanya tekanan serta tenaga yang lain yang menyebabkan bertambahnya ukuran. Beberapa sel memanjang tetapi pada apel atau kentang berbentuk bola yang mengalami distorsi menjadi bentuk seperti lempengan.  

2.2  Sel
                  Tumbuhan dibangun dari unit-unit struktural kecil yang disebut sel.Sel merupakan unit dasar dari struktur dan fungsi benda hidup.Setiap organisme hidup tersusun dari satu atau lebih sel. Organism hidup terkecil adalah sel tunggal, dan sel-sel menyusun unit-unit fungsional pada
organism multiseluler. Sel muncul dari sel yang ada sebelumnya untuk memastikan keberlanjutan hidup melalui pembelahan seluler. Sel membawa materi genetik melalui sel-sel anakannya selama pembelahan sel. Semua sel secara mendasar memiliki komposisi kimiawi yang sama. Aliran energi (metabolisme dan biokimia) terjadi di dalam sel.
Sel dapat digolongkan menjadi dua berdasarkan ada tidaknya membran nukleus (membran inti) yaitu sel prokariotik dan eukariotik.
                 
      2.2.1  Sel prokariotik
                                    Sel yang intinya tidak memiliki membran, materi inti tersebar dalam sitoplasma (sel yang memiliki satu system membran. Yang termasuk dalam kelompok ini adalah bakteri dan alga biru. Struktur sel secara umum yang dimiliki oleh sel prokariot dapat kita lihat pada sel bakteri.

2.2.1.1 Struktur sel

                  2.2.1.1.1 Nukleus
                              Nukleus atau inti sel berfungsi sebagai pengendali dan pengatur sel seluruh aktifitas sel diatur oleh nukleus. Nukleus juga berfungsi sebagai pembawa informasi genetik yaitu kromosom, yang diwariskan ke generasi selanjutnnya. Selain itu, nukleus juga berfungsi untuk mengorganisasikan gen saat terjadi pembelahan sel, memproduksi mRNA untuk mengkodekan protein, sebagai tempat sintesis ribosom, tempat terjadinya replikasi dan transkripsi dari DNA, serta mengatur kapan dan di mana ekspresi gen harus dimulai, dijalankan, dan diakhiri.

                        2.2.1.1.2 Sitoplasma
Sitoplasma adalah bagian sel yang berisi cairan tempat berlangsungnya metabolisme sel. Kandungan terbesar dalam sitoplasma adalah air (80-90%).

2.2.1.1.3 Ribosom  
Ribosom merupakan struktur berupa butiran-butiran kecil yaang merupakan tempat sintesis protein. Protein disintesis atau dibuat dengan menggabungkan beberapa asam amino yang sesuai informasi genetik yang ada di molekul DNA. Ribosom berada di sitoplasma.

2.2.1.1.4 Membran Plasma
 Membran plasma adalah lapisan di luar sitoplasma yang tersusun atas phospolipid bilayer. Fungsi membran plasma adalah sebagai pelindung dan mengatur transportasi sel. Pengaturan transportasi sel dimasksudkan untuk mengatur keluar masuknya substansi ke dalam dan ke luar sel. Membran plasma juga berperan dalam penerima rangsang yang datang dari luar sel. Membran sel pada sel prokariot mengalami pelekukan ke arah dalam membentuk struktur yang disebut mesosome (mesosom). Mesosom berfungsi sebagai tempat terjadinya respirasi sel sehingga dihasilkan energi yang akan digunakan untuk aktifitas di dalam sel.

2.2.1.1.5  Dinding Sel
 Dinding sel adalah struktur pelindung kedua setelah membran plasma.
2.2.1.1.6 Kapsul
Kapsul adalah struktur pelindung sel ketiga setelah membran plasma dan dinding sel.
2.2.1.1.7   Bulu Rambut
 Pili berfungsi sebagai alat pelekatan sel bakteri pada suatu permukaan substrat atau benda.
2.2.1.1.8  Flagel
 Flagel berfungsi dalam pergerakan sel. Baik flagel dan pili disusun oleh mikrotubulus.

2.2.1.2 Beberapa hal yang membedakan sel prokariotik dengan eukariotik adalah:
2.2.1.2.1  Tidak memiliki inti sel yang jelas karena tidak memiliki membran inti sel yang  dinamakan nucleoid
2.2.1.2.2 Organel-organelnya tidak dibatasi membran
2.2.1.2.3 Membran sel tersusun atas senyawa peptidoglikan
2.2.1.2.4 Diameter sel antara 1-10mm
2.2.1.2.5  Mengandung 4 subunit RNA polymerase
2.2.1.2.6  Susunan kromosomnya sirkuler
2.2.2 Sel Eukariotik
               Sel Eukariot memiliki struktur yang lebih komplek dibandingkan dengan sel prokariot. Sel eukariot memiliki membran inti yang memisahkan Nukleus dengan sitoplasma. Sel ini juga memiliki struktur endomembran yang disebut dengan Organel. Organel-organel sel eukariot memiliki fungsi-fungsi tertentu yang menunjang kehidupan sel eukariot. Macam organel yang dimiliki Sel eukariot antara lain :
2.2.2.1 Lisosom : Organel yang berperan dalam pencernaan sel. Organel ini mengandung enzim lisozim yang akan melisis bagain sel yang telah mati, rusak atau sudah tua.
Berbentuk kantong-kantong kecil dan umumnya berisi enzim pencernaan (hidrolisis) yang berfungsi dalam peristiwa pencernaan intra sel. Sehubungan dengan bahan yang dikandungnya lisosom memiliki peran dalam peristiwa: 
·       pencernaan intrasel      :   mencerna materi yang diambil secara fagositosis
·       eksositosis                   :   pembebasan sekrit keluar sel
·       autofagi                       :   penghancuran organel sel yang sudah rusak
·       autolisis                       :   penghancuran diri sel dengan cara melepaskan enzim pencerna dari dalam lisosom ke dalam sel.

2.2.2.2  Mitokondria: Organel yang berperan dalam respirasi sel. Respirasi sel    bertujuan untuk mengahasilkan energi yang akan digunakan dalam aktivitas sel.
2.2.2.3   Aparatus Golgi: Oraganel yang berperan dalam sekresi produk, baik protein, polisakarida maupun lemak.

2.2.2.4       Retikulum Endoplasma (RE): organel yang berperan dalam sintesis produk. Ada dua jenis RE, yaitu RE kasar (RE yang di bagian permukaannya terdapat butiran ribosom) dan RE halus (RE yang tidak memiliki ribosom). RE kasar berfungsi untuk mensintesis protein, sedangkan RE halus berfungsi  dalam sintesis lemak dan sterol.


2.2.2.5       Plastida: organel yang mengandung pigmen (warna).

2.2.2.6       Vakuola: organel yang berfungsi  dalam penyimpanan cadangan makanan, minyak atsiri dan sisa metabolisme sel.


2.2.2.7       Mikrotubulus: organel yang memiliki struktur tabung. contohnya flagela (untuk pergerakan sel), silia (alat pelekatan sel) dan spindel (untuk pembelahan sel).

2.2.2.8       Mikrofilamen: oragnel yang memiliki struktur filamen (benang). berfungsi dalam pergerakan sitoplasma dan kontraksi otot.


2.2.2.9       Badan Mikro: ada dua macam badan mikro, yaitu Peroksisom (mengandung enzim katalase) dan Glioksisom (menagndung enzim katalase dan oksidase)

2.2.2.10   Dinding Sel: struktur selulolitik dan kitin yang berfungsi memberi bentuk sel dan sebagai pelindung sel.


2.2.2.11   Sentriol: organel yang berperan dalam pembelahan sel. Sentriol berfungsi menarik kromosom ke arah kutub yang berlawanan.
Sel Eukariot dibedakan atas sel hewan dan sel tumbuhan. Perbedaan yang mendasar antara kedua jenis sel tersebut adalah adanya beberapa bagian sel yang hanya dimiliki sel hewan (Sentrosom dan Lisosom) dan yang hanya dimiliki oleh sel tumbuhan (Plastida dan Dinding Sel).
2.3     Bagian – Bagian Sel

2.3.1         Dinding Sel
Adanya dinding sel merupakan perbedaan pokok antara sel tumbuhan dengan sel hewan, karena dinding sel ini tidak dijumpai pada sel hewan. Dinding sel merupakan bagian sel tumbuhan yang tidak hidup.Dinding sel relatif kaku, tidak berubah bentuknya dan akibatnya tubuh tumbuh-tumbuhan dewasa tetap konstan baik bentuk  maupun posisinya. Senyawa penyusun dinding sel antara lain :  Pectin,  Cellulosa, Lignin, Suberin/Gabus, Chitine/ sat kresik .


2.3.1.1  Lapisan Dinding Sel

2.3.1.1.1        Dinding primer
            Setiap dua sel yang berbatasan menghasilkan suatu dinding primer. Dinding primer bertambah luasnya selama pertumbuhan sel. letak dinding primer ada pada sel muda/meristem, sel penyimpan, sel yang melakukan fotosintesis dinding primer dalam jaringan lunak atau jaringan tidak berkayu terutama terdiri dari pektin dan selulosa. Selulosa ialah karbohidrat, senyawa unsur C,H,O dengan jumlah atom H dua kali jumlah atom O.  

2.3.1.1.2        Lamela Tengah

                             Diantara kedua sel terdapat lapisan intraseluler atau lamela tengah. Lapisan intraseluler terdiri dari pektin, terutama dalam bentuk kalsium pekat. Pektin dapat larut dalam berbagai pelarut. Contoh: ketika buah masak, kalsium pekat yang tidak larut pada intraseluler diubah oleh enzim atau pelarut lain menjadi bentuk-bentuk lain yang mudah larut.

2.3.1.1.3        Dinding Sekunder

                         Dinding sekunder berada didalam dinding primer. Kekuatan serat maupun kekerasan kayu dan cangkang kacang menunjuukkan ketebalan relatif dan komposisi dinding sekunder ini, yang menjadi tambhan dua lapis lagi pada dindingnya sehingga jumlahnya menjadi lima lapis. Dinding sekunder di bentuk hanya setelah sel mencapai ukuran dan bentuk yang terakhir. Setelah dinding sekunder terbentuk biasanya sel mati dan protoplasma tidak trlihat. Dinding sekunder terutama terdiri dari selulosa 50 -60 % . Lignin merupakan senyawa lain lain yang ada dalam dinding sekunder. Lignin merupakan senyawa organik kompleks yang menyusun 25-30 persen kayu dan hanya sebagai penyusun kedua setelah selulosa. Fungsi lignin Menambah kekakuan dan keteguhan kepada dinding sel



2.3.2         Protoplasma
Protoplasma merupakan bahan cairan yang semitransparan, kental dan elastik. Protoplasma terdiri dari 75% - 90% air dan bahan padat terutama protein. Sisanya bahan berlemak,karbohidrat dan senyawa organik maupun anorganik. komponen protoplasma terdiri atas nukleus dan sitoplasma termasuk cairan dan struktur sel seperti :

2.3.2.1  Ribosom
             Ribosom mengandung asam nukleat (RNA) dengan konsentrasi tinggi. Ribodom merupakan pusat sintesis protein dan terdapat dalam sel semua organisme.
2.3.2.2        Mitokondria
Mitokondria adalah tempat di mana fungsi respirasi pada makhluk hidup berlangsung. Respirasi merupakan proses perombakan atau katabolisme untuk menghasilkan energi atau tenaga bagi berlangsungnya proses hidup. Dengan demikian, mitokondria adalah "pembangkit tenaga" bagi sel. Mitrokondria memiliki 2 membran, yaitu membran luar dan membran dalam.


2.3.2.3  Vakuola
Vakuola merupakan ruang dalam sel yang berisi cairan dan dikelilingi oleh membran vakuola. Cairan ini adalah 98% air yang mengandung berbagai protein, gula, asam organik, dan senyawa lain. Vakuola ditemukan pada semua sel tumbuhan namun tidak dijumpai pada sel hewan dan bakteri, kecuali pada hewan uniseluler tingkat rendah. fungsi vakuola adalah  memelihara tekanan osmotik sel, penyimpanan hasil sintesa berupa glikogen, fenol, mengadakan sirkulasi zat dalam sel.
Vakuola berisi :
·   garam-garam organik
·    glikosida
·    tanin (zat penyamak)
·    minyak eteris (misalnya Jasmine pada melati, Roseine pada mawar Zingiberine pada jahe)
·    alkaloid (misalnya Kafein, Kinin, Nikotin, Likopersin dan lain-lain)
·    enzim
·   butir-butir pati  
2.3.2.4        Plastida
Merupakan organel yang umumnya berisi pigmen. Plastida yang berisi pigmen klorofil disebut kloroplas, berfungsi sebagai organel utama penyelenggara proses fotosintesis. Kromoplas adalah plastida yang berisi pigmen selain klorofil, misalkan karoten, xantofil, fikoerithrin, atau fikosantin, dan memberikan warna pada mahkota bunga atau warna pada alga. Plastida yang tidak berwarna disebut leukoplas, termodifikasi sedemikian rupa sehingga berisi bahan organik.

Macam-macam plastida:
1.  Lekoplas (Plastida berwarna putih berfungsi sebagai penyimpan makanan), terdiri dari:
·               Amiloplas (untak menyimpan amilum)
·             Elaioplas (Lipidoplas) (untukmenyimpan lemak/minyak)
·             Proteoplas (untuk menyimpan protein).
2.  Kloroplas yaitu plastida berwarna hijau. Plastida ini berfungsi menghasilkan  klorofil dan sebagai tempat berlangsungnya fotosintesis.
3. Kromoplas yaitu plastida yang mengandung pigmen, misalnya :
·             Karotin (kuning)
·             Fikodanin (biru)
·             Fikosantin (kuning)
·             Fikoeritrin (merah)

2.3.2.5   Sentrosom (Sentriol)

Struktur berbentuk bintang yang berfungsi dalam pembelahan sel (Mitosis maupun Meiosis).Sentrosom merupakan organel yang disusun oleh dua sentriole. Sentriole berbentuk seperti tabung dan disusun oleh mikrotubulus yang terdiri atas 9 triplet,  terletak di dekat salah satu kutub inti sel. Sentriole ini berperan dalam proses pembelahan sel dengan membentuk benang spindel. Benang spindel inilah yang akan menarik kromosom menuju ke kutub sel yang berlawanan.














TABEL PERBEDAAN SEL HEWAN DAN SEL TUMBUHAN

Sel Tumbuhan
Sel hewan
Memiliki dinding sel
Tidak memiliki dinding sel
Memiliki vakuola berukuran besar
Memiliki vakuola berukuran kecil
Memiliki plastida(kloroplas, kromoplas, dan leukoplas
Tidak memiliki plastida
Tidak memiliki sentriol
Memiliki sentriol
Pati sebagai simpanan makanan
Glikogen sebagai simpanan makanan
Nukleus dekat dinding sel
Nukleus di tengah


2.4  Pembelahan sel
Pembelahan sel dapat diartikan sebagai suatu proses membelahnya sel induk menjadi dua atau lebih sel anak.
Macam – macam pembelahan sel :
2.4.1 Mitosis
Pembelahan secara Mitosis pembelahan yang menghasilkan dua sel anak yang bersifat sama dengan induknya, artinya sel anak ini pun dapat membelah lagi. Pada Manusia, pembelahan ini terjadi di sel meristem somatik ( sel tubuh muda). Proses ini berlangsung melalui tahapan – tahapan yang terstruktur dan teratur, tidak seperti Amitosis yang berlangsung secara spontan.  
Pembelahan secara mitosis ini melalui dua tahapan, yaitu Kariokinesis dan Sitokinesis

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjuNSDCYgJtwi3G-Yk_0x3Y_8DDu24g8nAYEZfD02vaOIvRGyJ3p31JCvV6nujvhkjlKBVohpE0bY2B99hNxDZYs10XYYNHeiBOJkTRu0NUPP-bNh-Z2gGz6Ixw_1NYznkKvAz9Xx0WIUg/s1600/Mitosis.jpg
Pembelahan Secara Mitosis


a.    Kariokinesis
Proses ini mnunjukkan perbedaan yang mencolok pada tiap fasenya dan bertujuan untuk pembagian materi inti, nah untuk melihat apa saja berubah, langsung aja disimak yang berikut ini :
·         Interfase
Pada tahap ini sel tidak membelah. Nukleus terdiri dari RNA ribosom dan merupakan tempat sintesis protein serta materi yang berwarna gelap dikenal sebagai kromatin atau bentuk benang-benang kromosom sehingga bentuk kromosom tidak dapat dilihat secara jelas. Pada salah satu ujung sel, terdapat 2 pasang protein yang disebut sentrioles, tetapi pada tumbuhan, sentriosol tidak muncul.
·         Profase
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiCiQ5PrWt1G3CugsNMiQU5Xb2TngojgOGoXossdx5nLyqRPJ7atcvPuxO6KBHwcq1NNVn-BchsjbFCk0nwa8q-qvEPtL5-3wgqMobkdcVHHdZQc1dPJew8i444MK3xIddCu8nb8Qxba8M/s1600/mitosis+profase.png
Mitosis I : Profase

Pada tahap ini DNA mulai dikemas menjadi kromosom. Kromosom mulai memendek dan menebal.Pada sel hewan sentriol membelah dan masing-masing bergerak ke kutub yang berlawanan dan terbentuk benang-benang spindle yang terhubung ke kutub-kutub. Pada akhirnya kromosom terlihat terdiri dari dua kromatid yang terikat pada sentromer.Nucleolus hilang dan membran nucleus hancur.

·         Metafase
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgtcKhNdFhpu3_qTLSA9YkbrUP_LqZLZPlxBgbC39X3I7t5-iNvCKowTnUxnXJvDEhT3OjHtKCGWpUqO7VotiBCmiiar8HjTAhdXktlJQH8RwK7UoTC3Skj3LdhwYtz_m4CHHsdCDRYVC4/s1600/Mitosis+Metafase.jpg
Mitosis : Metafase
Pada fase ini, kromosom berpindah menjadi satu garis yang disebut the equator. Selain itu, muncul benang-benang yang disebut spindel dan melekat pada sentromer setiap kromosom. Spindel ini menghubungkan kromosom ke 2 kutub sentrisol yang berlawanan. 

·         Anafase
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgEtYjpvLCKa_RqB0yiEmd3YNlzZtAeL8pL0CPnEO8pnCNT72cCpK5NuKAELDa3FbQrAfY_hPLnprR7cxD9d7k3hO-ilbRqs_WJomMU86BxqrxhqMWNdYcECJIS2kXHFP00MtPSfQjCVb8/s1600/Mitosis+Anafase.gif
Mitosis : Anafase
Masing-masing sentromer yang mengikat kromatid membelah bersamaan dan kromatid bergerak menuju kutub pembelahan, menghasilkan salinan kromosom berpasangan.

·         Telofase
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjUzLuDzN85PpcIo4RHFBmu2vNPrJrVDd0nLyh8Nw8SorGU0-lP7fCcQ2Mz6abYXQQuKYIUgP7RQ1s02aSWNeuKvN1wMQvnq4AwkbNy-AblQPnO8uTGoZ7uab7HkpYuEntTddTRhQ50x74/s320/mitosis+telofase.gif
Mitosis : Telofase
Pada tahap ini kromosom mulai mengatur membentuk nukleus yang terpisah dan dikelilingin memberan nukleus. Cleavage Burrow/ pembelahan alur menyempit dan lama kelamaan membelah sel. Berbeda dengan itu, pada tumbuhan, pembelahan terjadi dengan cell plate daripada cleavage burrow.

b.    Sitokinesis

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjLw6UPWlhzfUzCgz-lRO624sCrNJTHGfu7tHLsqykOzzvPF3YjD-PH5dA0ISqR4EmOw6PEnlMDceX20WI59KNvqbIgE7MXmnHW1qe4ArJbmhFvu4M-5SqhxsY7Qwt7HEJJ6N3Ucqbavss/s1600/Mitosis+sitokinesis.jpg
Mitosis : Sitokinesis

Selama sitokinesis berlangsung, sitoplasma sel hewan dibagi menjadi dua melalui terbentuknya cincin kontraktil yang terbentuk oleh aktin dan miosin pada bagian tengah sel. Cincin kontraktil ini menyebabkan terbentuknya alur pembelahan yang akhirnya akan menghasilkan dua sel anak. Masing-masing sel anak yang terbentuk ini mengandung inti sel, beserta organel-organel selnya. Pada tumbuhan, sitokinesis ditandai dengan terbentuknya dinding pemisah ditengah-tengah sel. Tahap sitokinesis ini biasanya dimasukkan dalam tahap telofase.

2.4.2 Meiosis
Pembelahan sel ini berlangsung melalui dua thap pembelahan tanoa melalui interfase,dikenal dengn meiosis I dan meiosis II.
a.    Meiosis I
Meiosis I,fase-fasenya meliputi:
1.    Profase I
Profase terbagi lagi menjadi fase-fase sebagai berikut:
a.    Leptonema
b.    Zigonema
c.    Pakinema
d.    Diplonema
e.    Diakinesis
2.    Metafase I
Tetrad berkumpul dibidang ekuator,
3.    Anafase I
Benang gelendong pembelahan dari masing-masing kutub menarik kromosom homolog sehingga setiap pasangan kromosom homolog berpisah bergerak ke arah kutub yang berlawanan.sentromer belum membelah setiap kuub menerima campuran acak kromosom dari ibu dan bapak.
4.    Telofase I
Kromatid memadat,selubung inti terbentuk,dan nukleolus muncul lagi,kemudian sitokinesis berlangsung.
Pada manusia terjadi duplikasi 2 kromosom dari jumlah 4 kromatid sehingga terbentuk 23 kromosom yang diduplikasi di stiap kutub. Benang gelendong lenyap kromatid muncul kembali;setriol berperan sebagai sentrosom kembali.

b.    Meiosis II
Meiosis II, fase-fasenya meliputi:
1.    Profase I
Sentrosom membentuk dua sentriol yang letaknya pada kutub yang berlawanan dan dihubungkan oleh benang gelendong. Membran inti dan nukleolus lenyap,kromatid berubah menjadi kromosom yang terjerat oleh benang gelendong.
2.    Metafase II
Kromosom berada di bidang ekuator, kromatid berkelompok dua-dua. Belum terjadi pembelahan sentromer.
3.    Anafase II
Kromosom melekat pada kinetokor benang gelendon,lalu ditarik oleh benang gelendong ke arah kutub yang berlawanan yang menyebabkan sentromer terelah. Sebagai akibatnya masing-masing kromatidnya bergerak ke arah yang berlawanan pula.
4.    Telofase II
Kromatid terkumpul pada kutub pembelahan lalu berubah menjadi kromatid kembali. Bersama dengan itu membran inti dan anak inti terbentuk lagi, dan sekat pemisah semakin jelas sehingga akhirnya terjadilah dua sel anakan.


Untuk diingat  :
·        Gametogenesis pada tumbuhan terjadi melalui mitosis,bukan meiosis.
·        Meiosis pada tumbuhan tidak menghasilkan gamet,melainkan spora.
·        Spora selalu berkembang menjadi gametofit haploid multiseluler
·        Hewan tidak pernah memiliki fase haploid multiseluler,sedangkan tumbuhan selalu memiliki fase haploid multiseluler.

2.4.3 Dinding sel tumbuhan
Dinding sel Tumbuhan memiliki bentuk yang lebih tebal daripada membran plasma. Ukuran tersebut dipengaruhi oleh komposisi kimia dinding sel yang bervariasi dari spesies ke spesies dan bahkan dari satu jenis sel yang lain di jaringan yang sama. Bentuk dasar dari dinding sendiri itu tetap atau tidak berubah-ubah. 
Mikrofibril terbuat dari selulosa polisakarida yang disintesis oleh enzim, disebut sintesis selulosa dan disekresikan ke ruang extra seluler, di mana mereka menjadi tertanam dalam matriks lainnya yaitu  polisakarida dan protein. Kombinasi bahan serat yang kuat dalam substansi tanah adalah bentuk arsitektur dasar yang sama ditemukan dalam baja-beton bertulang dan fiberglass.
Dinding primer sel yang berdekatan adalah tengah lamella, lapisan tipis dan kaya akan polisakarida yang lengket yang disebut pectins. Ketika sel dewasa berhenti tumbuh maka sel tersebut akan memperkuat dinding nya. Beberapa sel tumbuhan melakukan ini hanya dengan mengeluarkan zat pengerasan ke dinding utama.Sel-sel lain menambahkan sel sekunder dinding antara membran plasma dan dinding primer.Dinding sel tumbuhan umumnya berlubang oleh saluran antara sel-sel yang berdekatan disebut plasmodesmata.

A. Lapisan Dinding Sel Tumbuhan
Tiga lapisan yang dapat ditemukan dalam dinding sel tumbuhan: 
1.      Lamella tengah 
Lamela tengah adalah lapisan dinding sel tumbuhan yang kaya akan pektin. Lapisan ini merupakan merupakan lapisan terluar yang  membentuk antarmuka antara sel-sel tumbuhan berdekatan dan menyatukan mereka.
2.      Dinding sel primer
Dinsing Sel Primer umumnya tipis, memiliki lapisan yang fleksibel dan extensible terbentuk ketika sel berkembang.
3.      Dinding sel sekunder
Dinding sel sekunder memiliki lapisan tebal yang terbentuk di dalam dinding sel primer setelah sel sepenuhnya tumbuh.Hal ini tidak ditemukan dalam semua jenis sel.Beberapa sel, seperti sel-sel dalam melakukan xilem, memiliki dinding sekunder yang mengandung lignin, yang memperkuat dan melindungi dinding dari air.

B. Pembentukan Dinding Sel Tumbuhan
Lamella tengah yang ditetapkan pertama, terbentuk dari pelat sel selama sitokinesis, dan dinding sel primer kemudian disimpan di dalam lamella tengah.Struktur yang sebenarnya dari dinding sel tidak didefinisikan secara jelas dan beberapa model yang ada - model silang kovalen terkait, model menambatkan, model lapisan difus dan model lapisan bertingkat.Namun, dinding sel primer, dapat didefinisikan sebagai terdiri dari mikrofibril selulosa selaras di semua sudut.Mikrofibril yang diselenggarakan bersama oleh ikatan hidrogen untuk memberikan kekuatan tarik tinggi.Sel-sel yang diselenggarakan bersama-sama dan berbagi membran gelatin yang disebut lamella tengah, yang mengandung magnesium dan kalsium pektat (garam dari asam pectic).Sel berinteraksi meskipun plasmodesma (ta), yang inter-connecting saluran sitoplasma yang terhubung ke protoplas sel yang berdekatan di dinding sel.

Dalam beberapa tanaman dan jenis sel, setelah ukuran maksimum atau tempat dalam pembangunan telah tercapai, dinding sekunder dibangun antara membran plasma dan dinding primer.  Tidak seperti dinding primer, mikrofibril sejajar terutama di arah yang sama, dan dengan setiap lapisan tambahan orientasi perubahan sedikit. Sel dengan dinding sel sekunder yang kaku.Sel untuk komunikasi sel dimungkinkan melalui lubang-lubang di dinding sel sekunder yang memungkinkan plasmodesma untuk menghubungkan sel-sel melalui dinding sel sekunder.

Noktah & Plasmodesmata
A.  Noktah
Adalah bagian dinding sel yang tidak mengalami penebalan sehingga memungkinkan adanya hubungan antara suatu sel dengan sel-sel yang ada disekitarnya.
Berdasarkan bentuknya, ada 2 tipe noktah yaitu noktah sederhana (biasa) dan noktah terlindung (berhalaman).Jika dua noktah sederhana berpasangan disebut noktah sederhana, apabila kedua noktah terlindung berpasangan disebut pasangan noktah terlindung (berhalaman). 

B.     Plasmodemata
Kenyataan dialam dijumpai adanya hubungan antarprotoplas sel yang satu dengan protoplas sel-sel sekitarnya.Hubungan ini terjadi melalui untaian protoplasma yang disebut plasmodesma.Kehadiran plasmodemata ini merupakan karateristik bagi sel-sel hidup dan dijumpai pada seluruh dinding sel hidup untuk menjamin kontinuitas protoplasma. Plasmodemata mempunyai peranan penting pada proses tranportasi material dan meneruskan rangsang dari sel satu ke sel yang lain.

Jenis dan Fungsi Sel Tumbuhan
Sel tumbuhan adalah tiga jenis dasar, yaitu, parenkim, collenchyma dan sclerenchyma. Masing-masing sel memiliki struktur yang berbeda dan melakukan peran yang bervariasi dalam fungsi keseluruhan tumbuhan 
A.    Struktur dan fungsi dari ketiga sel tumbuhan adalah:
1.      Sel parenkim
Sel-sel parenkim yang hidup dan melakukan beberapa fungsi termasuk penyimpanan, pemanenan cahaya dan pertukaran gas. Beberapa dari mereka memiliki kemampuan untuk berdiferensiasi menjadi berbagai jenis sel (totipoten) sesuai persyaratan tumbuhan  Sel-sel parenkim yang hadir dalam daun, umbi dan biji.
2.      Sel collenchyma
Sel collenchyma hidup hanya selama jatuh tempo dan memiliki dua dinding (primer dan sekunder).Awalnya, mereka mirip dengan sel-sel parenkim, yang kemudian berdiferensiasi menjadi sel collenchyma tertentu.Mereka hadir dalam ikatan pembuluh dan batang, dan bantuan dalam mendukung tumbuhan selama fase pertumbuhan aktif.
3.      Sel sclerenchyma
Sel sclerenchyma mati pada saat jatuh tempo dan memiliki dinding sekunder tebal dengan deposisi lignin. Sel-sel ini berfungsi secara eksklusif sebagai dukungan mekanis dari tumbuhan  Sebuah contoh khas dari sel sclerenchyma pada tumbuhan adalah serat.

B.     Bagian dan Fungsi Sel Tumbuhan
Saat berbicara pada fungsi sel tumbuhan, organel sel tumbuhan memainkan peran penting dalam melaksanakan kegiatan rutin dari sel, sehingga tumbuhan  tetap hidup. Misalnya, fotosintesis yang merupakan karakteristik dari tumbuhan dilakukan dalam kloroplas, sedangkan sintesis ATP (adenosin trifosfat), bentuk energi terjadi di mitokondria.Berikut ini adalah daftar dari bagian-bagian sel tumbuhan dan fungsinya masing-masing.
1.      Dinding Sel
Dinding Sel yang berada terluar selubung dari sel tumbuhan adalah lapisan pelindung, dinding sel. Fungsi utamanya meliputi pemberian dukungan, mempertahankan bentuk sel dan mengendalikan pertumbuhan sel.
2.      Membran sel
Membran sel: Sebelah dinding sel, terletak membran sel yang terdiri dari protein dan lipid bilayer. Fungsi utamanya adalah transportasi selektif nutrisi, dimana sebagian diperbolehkan masuk ke dalam sel, sementara yang lain dibatasi.
3.      Vakuola
Vakuola adalah organel, yang bentuk dan struktur, mengubah sehubungan dengan kebutuhan sel. Mereka diisi dengan air seperti larutan yang mengandung enzim, molekul organik dan anorganik.
4.      Inti sel
Inti sel hanya disebut pusat kendali dari sel tumbuhan, karena mengandung materi herediter bersama dengan komponen sel penting lainnya.Secara keseluruhan, inti bertanggung jawab untuk sintesis protein, pertumbuhan sel, pembelahan dan pengembangan.
5.      Sitoplasma
Sitoplasma Bagian dari sel tumbuhan tidak termasuk nukleus disebut sitoplasma.Dipenuhi dengan jelly-seperti cairan sitoplasma, organel maksimum yang hadir dalam sitoplasma.
6.      Plastida
Plastida adalah organel, yang melakukan fungsi fotosintesis dan penyimpanan molekul pati.Plastida dari berbagai jenis dan mengandung pigmen fotosintetik.
7.      Mitokondria
Mitokondria, juga dikenal sebagai pembangkit tenaga listrik sel, memainkan peran penting untuk menghasilkan energi kimia untuk berfungsinya sel tumbuhan  Mereka hadir di banyak nomor dan mengandung materi herediter.
8.      Ribosom
Ribosom terdiri dari dua jenis, terpasang dan bebas.Yang pertama ditemukan melekat pada retikulum endoplasma, sedangkan yang kedua digantung bebas dalam sitoplasma.Kedua ribosom bertanggung jawab untuk sintesis protein.
9.      Badan Golgi
Badan Golgi terdiri dari 4-8 tumpukan (disebut cisternae) dan berguna untuk makromolekul kemasan yang disintesis oleh sel. Mereka juga bertanggung jawab untuk transportasi nutrisi.
10.  Retikulum Endoplasma
Retikulum endoplasma ini adalah organel yang menghubungkan inti sel dan sitoplasma.Ini melakukan fungsi mensintesis dan menyimpan steroid dan glikogen.Retikulum endoplasma dengan ribosom terpasang disebut retikulum endoplasma kasar (RER).
11.  Peroksisom
Peroksisom Ini adalah microbodies dari sel-sel tumbuhan yang mengandung berbagai enzim degradasi.Peroksisom memainkan peran utama mencerna asam lemak kompleks termasuk membantu dalam fotosintesis.

2.5  Jaringan pada Tumbuhan
Jaringan adalah sekelompok sel yang mempunyai struktur dan fungsi yang sama. Pada awal perkembangan tumbuhan, semua sel melakukan pembelahan diri.Namun, pada perkembangan lebih lanjut, pembelahan sel hanya terbatas pada jaringan yang bersifat embrionik.Jaringan yang bersifat embrionik adalah jaringan meristem yang selalu membelah diri.Pada korteks batang terjadi pembelahan tetapi pembelahannya sangat terbatas.Sel meristem tumbuh dan mengalami spesialisasi membentuk berbagai macam jaringan.Jaringan yang terbentuk tersebut tidak mempunyai kemampuan untuk membelah diri lagi.Jaringan ini disebut jaringan dewasa.

2.5.1        Jaringan Meristem
Jaringan meristem adalah jaringan yang terus-menerus membelah. Berdasarkan asal usulnya, jaringan meristem dikelompokkan menjadi 2, yaitu :
a.       Jaringan meristem primer
Jaringan meristem primer merupakan perkembangan lebih lanjut dari pertumbuhan embrio.Contohnya ujung batang dan ujung akar.Meristem yang di ujung batang dan ujung akar disebut meristem apikal.Aktivitas jaringan meristem primer mengakibatkan batang dan akar bertambang panjang.Pertumbuhan jaringan meristem primer disebut pertumbuhan primer.
b.      Jaringan meristem sekunder
Jaringan meristem ini berasal dari jaringan dewasa, yaitu kambium dan gabus.Pertumbuhan jaringan meristem sekunder disebut pertumbuhan sekunder.Kegiatan jaringan meristem menimbulkan pertambahan besar tubuh tumbuhan.
Berdasarkan posisi dalam tubuh tumbuhan, meristem dibedakan menjadi tiga, yaitu :
1)      Meristem apikal; terdapat di ujung pucuk utama, pucuk lateral, serta ujung akar.
2)      Meristem interkalar; terdapat di antara jaringan dewasa, contoh pada pangkal ruas suku rumput-rumputan.
3)      Meristem lateral; terletak sejajar dengan permukaan organ tempat ditemukannya. Contohnya kambium dan kambium gabus (felogen).

2.5.2        Jaringan Dewasa
Jaringan dewasa adalah jaringan yang sudah berhenti membelah. Sifat-sifat jaringan dewasa antara lain sebagai berikut.
a.       Tidak mempunyai aktivitas untuk memperbanyak diri.
b.      Ukuran relatif besar dibanding sel meristem.
c.       Memiliki vakuola yang besar.
d.      Kadang-kadang selnya sudah mati.
e.       Dinding sel telah mengalami penebalan.
f.       Terdapat ruang antarsel.
Menurut asal meristemnya, jaringan dewasa dibedakan atas jaringan primer dan jaringan sekunder.Jaringan primer berasal dari meristem primer, sedangkan jaringan sekunder berasal dari meristem sekunder.
Jaringan dewasa penyusun organ tumbuhan tingkat tinggi antara lain :
1)      Jaringan pelindung (epidermis)
Jaringan ini terdapat pada permukaan organ-organ tumbuhan primer seperti akar, batang, daun, buah, dan biji.Jaringan epidermis berfungsi melindungi bagian dalam tumbuhan dari pengaruh faktor luar yang merugikan pertumbuhannya. Sel-sel epidermis dapat berkembang menjadi alat-alat tambahan lain (derivat epidermis), misalnya stoma, trikoma, sel kipas, sistolit, sel silica, dan sel gabus.
2)      Jaringan dasar (parenkim)
Jaringan ini terbentuk dari sel-sel hidup dengan struktur morfologi dan fisiologi yang bervariasi dan masih melakukan kegiatan proses fisiologis. Pada daun, parenkim merupakan mesofil daun yang kadang berdiferensiasi menjadi jaringan tiang dan jaringan bunga karang.

2.5.3        Jaringan penyokong (penguat)
Jaringan penyokong merupakan jaringan yang memberi kekuatan bagi tumbuhan. Berdasarkan bentuk dan sifatnya, jaringan penyokong dibedakan menjadi 2 yaitu :
a.       Jaringan kolenkim
Jaringan kolenkim terdiri atas sel-sel yang bagian sudut dinding selnya mengalami penebalan selulosa dan sel-selnya hidup.Jaringan ini terdapat pada organ-organ tumbuhan yang masih aktif mengadakan pertumbuhan dan perkembangan.Kolenkim mempunyai protoplas, sel primer yang lebih tebal daripada sel parenkim.Jaringan kolenkim biasanya berkelompok dalam bentuk untaian atau silinder.Oleh karena kolenkim tidak mempunyai dinding sekunder dan bahan penguat (lignin) maka kolenkim dapat menyokong batang tanpa menghalangi pertumbuhan.Kolenkim tumbuh memanjang mengikuti daun dan akar yang disokongnya.
b.      Jaringan sklerenkim
Jaringan sklerenkim tersusun oleh sel-sel mati yang seluruh dindingnya mengalami penebalan sehingga memiliki sifat kuat.Jaringan ini hanya dijumpai pada bagian tumbuhan yang tidak lagi mengadakan pertumbuhan dan perkembangan.Jaringan sklerenkim terdiri atas serabut (serat-serat sklerenkim) dan sklereid (sel batu).Serabut umumnya dalam bentuk untaian atau dalam bentuk lingkaran.Di dalam berkas pengangkut, serabut biasanya berbentuk seludang yang berhubungan dengan berkas pengangkut atau dalam kelompok yang tersebar di dalam xilem dan floem.Sklereid lebih pendek daripada serat.

2.5.4        Jaringan pengangkut (vaskuler)
Jaringan pengangkut pada tumbuhan tingkat tinggi berupa xilem dan floem. Xilem terdiri atas trakea, trakeid, serta unsur lain seperti serabut xilem dan parenkim xilem.
2.5.4.1  Xilem
Umumnya sel-sel penyusun xilem telah mati, dinding sangat tebal tersusun dari zat lignin sehingga xylem berfungsi juga sebagai jaringan penguat.Xilem berfungsi mengangkut air dari akar melewati batang dan menuju ke daun.Unsur xilem terdiri atas unsur trakeal, serabut xilem, dan parenkim xilem.
2.5.4.2  Floem
Floem berfungsi mengangkut hasil fotosintesis dari daun menuju ke seluruh tubuh tumbuhan.Floem terdiri atas buluh tapis, unsur-unsur tapis, sel pengiring, parenkim floem, dan serabut floem.Berdasarkan posisi xilem dan floem, berkas pengangkut dapat dibedakan menjadi 3 tipe, yaitu kolateral, konsentris, dan radial.

2.5.5        Jaringan sekretoris
Jaringan sekretoris disebut juga kelenjar internal karena senyawa yang dihasilkan tidak keluar dari tubuh.Jaringan sekretoris dibagi menjadi sel kelenjar, saluran kelenjar, dan saluran getah.Sel kelenjar mengandung bermacam senyawa hasil metabolisme.Saluran kelanjar adalah sel berdinding tipis dengan protoplasma yang kental mengelilingi suatu ruas berisi senyawa yang dihasilkan oleh sel-sel tersebut. Saluran getah terdiri atas sel-sel atau sederet sel yang mengalami fusi, berisi getah, dan membentuk suatu sistem jaringan yang menembus jaringan-jaringan lain.


2.6 Pertumbuhan dan Perkembangan

2.6.1 Pertumbuhan: pertambahan jumlah sel pada suatu organisme dan bersifat tidak dapat kembali (irreversible) serta pertambahan ini dapat diukur secara kuantitatif seperti berat, tinggi, dan lain - lain.

2.6.2 Perkembangan: proses untuk mencapai kematangan fungsi organisme dan dapat diukur secara kualitatif seperti fungsi organ reproduksi, dan fungsi  fungsi organ lainnya.

2.6.3 Perkembangan bakal biji dan buah
·         Bakal biji mengandung zigot dan endosperm. Zigot tumbuh menjadi embrio. Endosperm mengandung cadangan makanan yang digunakan untuk pertumbuhan dan perkembangan embrio. 
·         Pembelahan zigot secara mitosis menghasilkan sel basal dan sel terminal. Sel basal berkembang jadi suspensor, kulit bakal biji, dan mengalirkan nutrien dari endosperm. Sel terminal berkembang jadi proembrio.
·         Biji yang matang, embrio yang dikelilingi kotiledon, endosperm, atau keduanya. Tumbuhan dikotil mempunyai dua kotiledon, sedangkan tumbuhan monokotil hanya mempunya satu kotiledon. Biji dilindungi oleh kulit biji.
·         Buah mulai berkembang setelah terjadi penyerbukan.


2.6.3.1 Perkecambahan
·         Dimulai dari proses imbibisi yaitu proses masuknya air ke dalam biji dilanjutkan proses pertambahan fungsi sel yang jelas (diferesiansi) dan pembentukan organ pada tumbuhan (organogenesis).
·         Biji dapat berkecambah karena didalamnya terdapat embrio yaitu:
2.6.3.2  Akar lembaga, berfungsi sebagai akar
2.6.3.3  Daun lembaga sebagai:
·            tempat menimbun makanan
·           fotosintesis
·           alat pengisap makanan untuk embrio
2.6.3.4  Batang lembaga:
·           Epikotil: ruas batang diatas daun lembaga yang akan tumbuh menjadi batang dan daun
·           Hipokotil: ruas batang bawah daun lembaga yang akan tumbuh menjadi akar
2.6.3.5  Perkecambahan Epigeal: perkecambahan yang ditandai dengan bagian hipokotil terangkat ke atas permukaan tanah.
2.6.3.6  Perkecambahan Hipogeal: perkecambahan yang ditandai dengan terbentuknya bakal batang yang muncul ke permukaan tanah.

2.6.4 Pertumbuhan
·               Pertumbuhan primer (hasil pembelahan sel - sel meristem). Penambahan panjang batang dan akar.
·               Titik tumbuh akar : jaringan meristem pada tudung akar (kaliptra)
·               Titik tumbuh batang: jaringan meristem pada batang
·               Meristem Embrional : saat perkecambahan
·               Meristem Kambium : tumbuhan dewasa
·               Pertumbuhan sekunder (hasil aktivitas jaringan meristem pada kambium). Pertumbuhan sekunder adalah pertumbuhan diameter batang yang merupakan aktivitas sel meristem pada kambium.

2.6.5 Faktor-faktor pemengaruh pertumbuhan dan perkembangan tumbuhan :
2.6.5.1 Faktor eksternal
·      Temperatur, memperngaruhi kerja enzim dan kandungan air pada tanaman.
·      Cahaya matahari, mempengaruhi lama dan waktu fotosintesis pada tanaman.
·      AIR,pH,oksigen; menentukan laju fotosintesis, pelarut universal, dan pengedar hasil fotosintesis.
·      Nutrisi,berguna untuk melangsungkan hidup

2.6.5.2 Faktor Internal
1.  Faktor genetis
2. Faktor fisiologis
 a)  Auksin: untuk memacu proses pemanjangan sel
 b) Giberelin: 
·                  berpengaruh terhadap perkembangan dan perkecambahan embrio.
·                  merangsang pembentukan polen, memperbesar ukuran buah.
·                  merangsang pembentukan bunga.
·                  mengakhiri masa dormansi pada biji. 

     c) Etilen:berperan dalam proses pematangan buah dan kerontokkan daun. 
d) Sitokinin:
·         merangsang pembentukan akar dan batang dengan menghambat dominansi apikal
·         mengatur pertumbuhan daun dan pucuk
·         memperbesar daun muda
·         mengatur pembentukan bunga dan buah
·         menghambat proses penuaan.   
e) Asam abisat: senyawa penginhibitor (penghambat) bekerja berlawanan dengan auksin dan giberelin, untuk proses penuaan dan gugurnya daun.

f) Kalin:
·         Rizokalin: hormon yang mempengaruhi pembentukan akar
·         Kaulokalin: hormon yang mempengaruhi pembentukan batang
·         Filokoalin: hormon yang mempengaruhi pembentukan daun
·         Atokalin: hormon yang mempengaruhi pembentukan bunga.
g)Asam traumalin:
 hormon yang berperan dalam proses regenerasi sel apabila tumbuhan mengalami kerusakan jaringan.

2.7            Organ
2.7.1 Akar
2.7.1.1 Bagian akar :
1. Leher akar atau pangkal akar (collum), yaitu bagian yang bersambungan langsung dengan batang.
2.  Ujung akar (apex radicis), bagian akar yang paling muda, terdiri atas jaringan-jaringan yang masih mengadakan pertumbuhan.
3. Batang akar (corpus radicis), bagian akar yang terdapat di antara leher akar dan ujungnya.
4.  Cabang-cabang akar (radix lateralis), bagan akar yang keluar dari akar pokoknya dan masing-masing dapat mengadakan percabangan lagi.
5.  Serabut akar (fibrilla radicalis), cabang-cabang akar yang halus dan berbentuk serabut.
6.  Rambut akar atau bulu akar (pilus radicalis), bagian akar yang sesungguhnya hanyalah penonjolan sel-sel kulit luar akar yang berfungsi menyarap air.
7. Tudung akar (calyptra), bagain akar yang letaknya paling ujung, terdiri atas jaringan yang berguna untuk melindungi ujung akar yang masih muda.
2.7.1.2 Karakteristik akar:
1)     Arah tumbuh ke pusat bumi (geotropisme positif)
2)     Tidak berbuku-buku.
3)     Menuju ke air (hidrotopisme positif).
4)     Meninggalkan cahaya (fototropisme negatif).
5)     Warna pada umumnya keputih-putihan atau kekuning-kuningan.
2.7.1.3 Fungsi akar sebagai berikut :
1)     Memperkuat berdirinya tumbuhan.
2)     Menyerap air dan zat-zat makanan dari dalam tanah.
3)     Beberapa tumbuhan digunakan sebagai tempat cadangan makanan.
2.7.1.4 Sistem perakaran terbagi 2, yaitu :
1)  Akar serabut
Akar serabut mempunyai ciri-ciri sebagai berikut :
a)     Pada umumnya dijumpai di tanaman monokotil.
b)      Perakarannya lemah.
c)      Mempunyai banyak serabut ( rambut akar).
d)      Pada umumnya banyak dijumpai pada tanaman dengan perbanyakan vegetatif.
1)   Akar tunggang
Akar tunggang mempunyai ciri-ciri sebagai berikut :
a)      Pada umunya dijumpai di tanaman dikotil.
b)      Perakarannya kuat.
c)      Mempunyai akar primer
d)      Pada tanaman dikotil tertentu, ketika berumur dewasa, terbentuk akar yang menyebar e samping yang disebut dengan “sinker

2.7.1.5 Modifikasi akar
I. SEBAGAI PENYOKONG
Akar-akar yang tumbuh dari bagian bawah batang ke segala arah dan seakan-akan menunjang batang ini jangan sampai rebah, karena batang tumbuhan yang mempunyai akar ini terdapat di atas tanah atau air, atau pada batang tanaman lain
a. akar tunjang (Prop Root)
b. akar gantung/ akar
Akar ini keluar dari bagian-bagian tanaman yang terdapat di atas tanah, bergantung di udara. Selama masih menggantung, akar ini hanya dapat menolong menyerap air dan zat gas dari udara dan seringkali mempunyai jaringan khusus untuk menimbun air yang disebut velamen (misalnya akar anggrek kalajengking (Arahnis flosaeris)). Akan tetapi jika akar ini telah mencapai dan masuk ke dalam tanah, bagian yang masuk tanah lalu berkelakuan seperti akar biasa (menyerap air dari dalam tanah), bagian yang di atas tanah seringkali berubah menjadi batang seperti yang terdapat pada pohon beringin (Ficus benjamina L.)
c. akar lilit
d. buttress root (akar banir)


II. SEBAGAI FUNGSI PENTING
1.  Akar parasit
Bisa berfungsi sebagai menyerap air dan gas dari udara (akar nafas), atau  menyerap zat dan air dari tumbuhan lain (akar parasit).
2. Akar nafas (pneumatophora) 
Terdapat banyak lubang atau celah (pneumathoda) untuk jalan masuknya udara yang diperlukan dalam pernafasan karena tumbuhan ini biasanya hidup di tempat yang di dalam tanah sangat kekurangan oksigen, misalnya di hutan bakau (mangroove) pada tanaman bogem (Sonneratia sp.) dan kayu api ( Avicennia sp.).

III. SEBAGAI PENYIMPANAN CADANGAN MAKANAN
Biasanya merupakan modifikasi akar tunggang


Perbedaan  modifikasi batang didalam tanah dengan modifikasi akar
Modifikasi batang
Modifikasi akar
1)  Memiliki ruas dan buku serta daun-daun sisik yang halus
1)  Tidak ada ruas dan buku serta daun-daun sisik yang halus
2)  Memiliki akar adventif
2)  Tidak ada akar adventif
3)  Memiliki mata tunas
3)  Tidak ada mata tunas
4)  Tidak memiliki akar
4)  Memiliki akar
5)  Alat perbanyakan vegetatif
5)  Tidak bisa di jadikan alat perbanyakan
6)  Memiliki modifikasi daun di sekitar batang
6)   Tidak ada modifikasi daun di sekitarnya










2.7.2 Batang
        Terdapat perbedaan antara batang dikotil dan monokotil dalam susunan anatominya.
1)         Batang  Dikotil
Pada batan dikotil terdapat lapisan-lapisan dari luar ke dalam :
a)      Epidermis
     Terdiri ataas selaput sel yang tersusun rapat, tidak mempunyai ruang antar sel. Fungsi Epdermis untuk melindungi jaringan dibawahnya. Pada batang yang mengalami pertumbuhan sekunder, lapisan Epiidermis digantikan oleh lapisan gabus yang dibentuk dari cambium gabus.
b)      Korteks
Korteks batang disebut juga kulit pertama, terdiri dari beberapa lapis sel, yang dekat dengan lapisan epidermis tersusun atas jaringan kolenkim, makin ke dalam tersusun atas jaringan parenkim.
c)    Endodermis
Endodermis batang disebut juga kulit dalam, tersusun atas selapis sel, merupakan lapisan pemisah antara korteks dengan stele. Endodermis tumbuhan Anguiospermae mengandung zat tepung, tetapi tidak terdapat pada endodermistumbuhanGymnospermae.
d)   Stele/SilinderPusat
Merupakan lapisan terdalam dari batang. Lapis terluar dari stele disebut perisikel atau perikambium. lkatan pembuluh pada stele disebut tipe kolateral yang artinya xilem dan floem. Letak saling bersisian, xilem di sebelah dalam dan floemsebelahluar.
Antara xilem dan floem terdapat kambium intravasikuler, pada perkembangan selanjutnya jaringan parenkim yang terdapat di antara berkas pembuluh angkut juga berubah menjadi
e)    Xilem
suatu komponen jaringan pengangkut yang mempunyai dua fungsi utama. Dimana fungsi tersebut adalah mengangkut air serta garam-garam mineral dari akar ke semua anggota tumbuhan dan juga menjadi penyokong/kekuatan mekanis untuk tumbuhan.kambium, yang disebut kambium intervasikuler. Keduanya dapat mengadakan pertumbuhan sekunder yang mengakibatkan bertambah besarnya diameter batang.

f)       Floem.
Jaringan Floem terdapat bagian kulit kayu berfungsi menyalurkan zat makanan hasil fotosintesis ke seluruh bagian tumbuhan. Floem terdiri atas unsur-unsur sebagai berikut:
·         Buluh tapis berbentuk tabung dengan bagian ujung berlubang-lubang
·         Sel pengiring berbentuk silinder-silinder dan lebih besar daripada sel-sel tapis serta plasmanya pekat
·         Serabut floem, bentuknya panjang dengan ujung-ujung berhimpit dan dindingnya tebal
·         Parenkim floem, selnya hidup memiliki diding primer dengan lubang kecil yang disebut noktah halaman. Parenkim floem berisi tepung, dammar, atau Kristal.

Pada tumbuhan Dikotil, berkayu keras dan hidupnya menahun, pertumbuhan menebal sekunder tidak berlangsung terus-menerus, tetapi hanya pada saat air dan zat hara tersedia cukup, sedang pada musim kering tidak terjadi pertumbuhan sehingga pertumbuhan menebalnya pada batang tampak berlapis-lapis, setiap lapis menunjukkan aktivitas pertumbuhan selama satu tahun, lapis-lapis lingkaran tersebut dinamakan Lingkaran Tahun.











2)        Batang Monokotil
Pada batang Monokotil, epidermis terdiri dari satu lapis sel, batas antara korteks dan stele umumnya tidak jelas. Pada stele monokotil terdapat ikatan pembuluh yang menyebar dan bertipe kolateral tertutup yang artinya di antara xilem dan floem tidak ditemukan kambium. Tidak adanya kambium pada Monokotil menyebabkan batang Monokotil tidak dapat tumbuh membesar, dengan perkataan lain tidak terjadi pertumbuhan menebal sekunder. Meskipun demikian, ada Monokotil yang dapat mengadakan pertumbuhan menebal sekunder, misalnya pada pohon Hanjuang (Cordyline sp) dan pohon Nenas seberang (Agave sp).



2.7.3 DAUN (FOLIUM)
Histologi daun:
1.      Epidermis
2.      Mesofil
          a. palisadeà jaringan tiang
          b. Sponsà Jaringan bunga karang
3.      Sistim jaringan pembuluh
       a. sistem tulang sejajar (monokotil)
          b. Sistem jaringan daun jala (dikotil)
          -percabangan ahir disebut    aerolus
          -berkas pembuluh kecil yang terdapat dalam mesofil tersusun membentuk seludang pembuluh
          -pada banyak dikotil, seludang pembuluh dihubungkan dengan panel sel disebut: perluasan seludang pembuluh
Perkembangan daun
1.      Pembentukan bakal daun
2.      Pertumbuhan daun memanjang dan melebar
3.      Perkembangan mesofil
4.      Perkembangan jaringan pembuluh
Keragaman dalam pola perkembangan daun
Ex: 1. pada bawang bombay, dasar daun yang mengelilingi batang membentuk bagian yang berwarna putih
          2. pada acasia, perkembangan anak daun dapat berkurang dan sisa daun yang terdiri dari tangkai daun beserta sebagian lamina berkembang menjadi alat pipih seperti daun disebut filodium
          3. pada iris, pertumbuhan hanya kearah radial, namun jika daun berbentuk silinder maka terjadi perluasankearah lebar, daun menjadi tebal
          4. pada daun kelapa, helai daun terbagi menjadi anak daun, anak daun berkembang pada rakis sebagai dua panel marginal yang menghadap keapek batang
Absisi daun
Yaitu pemisahan aktif daun dari cabanng tanpa meninggalkan luka
Terjadi dekat dasar tangkai daun (zona absisi). Pemisahan diawali pembelahan sel dan sel mebesar, pembesaran tersebut meransang  kekuatan untuk merobek lapisan pemisah, degradasi dinding sel yang menyebabkan pemisahan fisik yaitu hilangnya lamel tengah, hilangnya calsium,dan rusaknya unsur tersklerifikasi



Keragaman struktur daun
1.      Berdasarkan ketersediaan air
          a. xerofit
          b. mesofit
          c. hidrofit
2.   Kekhasan daun beberapa dikotil
          Pada mimosa tangkai dan anak tangkai daun memiliki bagian yang menebal, disebut pulpinus, yang dapat menyebabkan gerak tidur anak daun. Pulpinus biasanya banyak parenkim dan permukaannya berkeriput.

         
3.      Struktur daun rumput-rumputan
          -terdiri dari helai dan pelepah yang menyelubungi batang
          -Mesofil pada umumnya tidak menunjukkan jaringan tiang danspons
          -epidermis sering banyak mengandung macam sel
          -sel penutup stomata berasosiasi dengan sel disampingnya
          -terdapat sel silika, sel gabus dan sel rambut
4.      Anatomi kranz dan fotosintesis C4
5.   Daun Gymnospermae
          -daun tetap bewarna hijau, walaupun dalam kondisi kering menguntungkan
          -pertumbuhan daun bersifat xeromorf