Jam

Minggu, 16 November 2014

Love Makes You Stupid (Part 1)

Love Makes You Stupid (Part 1)

Kisah ini tentang dua kisah bodoh tentang cinta yang terjadi hampir bersamaan.

Kisah pertama adalah kisahku. Kisah ini dimulai ketika aku baru masuk kuiah. Pas masih jadi MABA, biasa lah, tengok kanan kiri cari yang manis, dan akhirnya perahtianku jatuh pada seorang cewek. Kalo diperhatiin sekilas ni cewek memang cantik, putih mulus, dan sexy, bisa dibilang luarnya masuk banget tipe cewek yang aku cari (bidadari menurut masbro frankie). Awalnya aku agak malas mau nyapa, apaladi PDKT. Mungkin karena persepsiku yang beranggapan semua cewek yang luarnya bidadari pasti dalemannya lampir. Atau sebaliknya, dalemannya bidadari tapi luarnya mpok ati. Kesimpulanku ini kudapat ketika waktu SMA kemarin. Dalam kurun waktu 3 tahun tersebut, semua cewek yang aku temui, masuk dua kategori tersebut. Meski begitu, aku gak pernah patah semangat untuk nyari seseorang yang benar-benar luar dan dalemnya bidadari.
Dalam pencarian tersebut, aku udah banyak nyicipi pacaran ama dua tipe cewek diatas. Seringnya si yang tipe luar bidadari daleman lampir, tipe yang sering membuat hidup melarat dan dompet bokek. Tapi ada juga yang beberapa pacaran sama tipe satunya. Mngkin karena udah males aja pacaran ama tipe 1, aku pengen nyoba pacaran ama yag tipe 2. Eh, ternyata malah tambah parah. Mau mandangin gak selera, masang fotonya di HP malah diketawain temen-temen, diajak jalan bukannya tambah seneng malah tambah ngerusak mood, dan akhir-akhirya semua kandas pada kencan pertama.
Jujur hal itu membuatku frustasi. Disaat semua lagi seneng-seneng sama ceweknya, aku masih aja sibuk mencari. Sampai suatu ketika aku mulai putus asa dan nyerah nyari cewek yang katanya temen-temen cuma ada dalam mimpi atau FTV. Bahkan sampai-sampai pengen pergi jauh dari yang namanya cinta.
Tapi sekarang, dia benar-benar muncul di depan mataku. Seorang cewek yang luarnya 80% bidadari dan dalemannya pun 20% bidadari. Meski aku cuma menilainya 20% tapi yang penting kan masuk kategori bidadari, pikirku. Nilai ini kudapat hanya dengan mengamati sikapnya dalam waktu beberapa bulan, mungkin karena aku belum terlalu mengenal, jadi aku gak mau menilai dia terlalu tinggi.
Lalu semua berubah ketika dia pertama kali bicara padaku. Suaranya yang halus bak bidadari merasuk ke hati melalui kedua telingaku. Malam harinya aku putuskan untuk SMS dia. Dengan alasan tugas, aku berhasil mengenalnya lebih dekat, hal itu aku lakukan setiap malam. Tak hanya lewat SMS, siang harinya di kampus, aku selalu mencari kesempatan untuk bicara dengannya, yah meski cuma modal nekat yang akhirnya cuma beberapa kata yang keluar. Hanya dalam beberapa Minggu, penilaianku padanya naik drastis. Dari 20% menjadi 50%. Inipun karena aku tidak mau menilai dia terlalu tinggi.
Karena dapat respon positif proses PDKT terus aku lanjutkan, tapi belum sampai tahap yang intens, cuma sebatas basa-basi dan bertanya tugas. Sesekali aku berkeluh-kesah pada dia, diapun juga sesekali bercerita tentang masalahnya padaku.
Sampai pada suatu ketika aku telfon masbro frankie yang saat ini lagi kerja di Yogya. Dia curhat tentang kehidupan barunya di Yogya. Biasanya si tentang cewek-cewek Yogya yang kata dia “sip-sip”. Aku pun menceritakan masalah ni cewek padanya. Masbro menyuruhku bertanya dia sudah ada yang punya apa belum, daripada akhirnya malah tambah kecewa.
Tapi sebelum aku sempat bertanya, entah kenapa tiba-tiba responnya padaku berubah. Mulai dari pesanku yang tak pernah dibalas, lalu lama-kelamaan dia seperti menjauhiku di kampus. Setiap jam kuliah habis, dia selalu pulang lebih awal seperti menyiratkan kalau dia tak mau menemuiku. Awalnya si aku biasa saja, tapi lama-kelamaan hal ini menyiksaku. Tiap kali aku berusaha menjauh atau melupakannya, rasa itu malah semakin besar tumbuh.

Entah apa yang terajdi padaku. Biasanya aku selalu mendahulukan akal sehat daripada kemauan hati. Jika otak sudah berpikir tak mungkin, pasti aku selalu menurutinya. Tapi sekarang, entah kenapa kemauan hatiku membesar sampai-sampai membuatku tak lagi bisa menggunakan akal sehatku.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Comentnya Monggo